Hujan gerimis masih melanda bandung malam itu, setelah berputar dekat patung tank.parkiran BSM(bandung super mall) mulai tampak, tidak seperti biasanya. BSM malam itu sepi, mungkin karena hujan dari tadi sore.
Selasa, 09 Juni 2009
BSM
Hujan gerimis masih melanda bandung malam itu, setelah berputar dekat patung tank.parkiran BSM(bandung super mall) mulai tampak, tidak seperti biasanya. BSM malam itu sepi, mungkin karena hujan dari tadi sore.
Selasa, 24 Maret 2009
Lovina, Kintamani, dan Tampak Siring
Saya yakin, semua pantai selatan memeliki pantai yang indah. Begitu juga pantai selatan di pulau bali. Keindahan pantai selatan di pulau bali sudah melegenda dan menjadikan daerah selatan sebagai pusat kegiatan manusia dan wisata. Walaupun demikian ada sebuah pantai di wilayah utara tepatnya di singaraja yang mempunyai daya tarik yang berbeda.
Lovina namanya, perjalanan menuju lovina dari denpasar bagaikan berjalan dari ujung selatan pulau bali ke ujung utaranya. Kira-kira membutuhkan waktu sekitar 2 jam perjalanan. Selama perjalanan saya menyaksikan pemandangan yang menyejukkan mata. Singaraja masuk dalam wilayah kabupaten Buleleng. Nama Buleleng mengingatkan saya kepada peristiwa tawan karang pada masa kolonial dahulu. Nama-nama raja bali yang dipelajari pada masa SD dahulu seperti terulang kembali. Yah memang didaerah singaraja inilah belanda mulai menancapkan kekuasaanya di bali.
.jpg)
pantai lovina
Pesona yang dimiliki oleh lovina bukan keindahan pasir putihnya, melainkan keindahan flora dan fauna lautnya. Sudah menjadi salah satu daya tariknya adalah pertunjukan lumba-lumba secara langsung yang bisa disaksikan diatas perahu ditengah lautan lepas. Kemudian snorkling (salah penulisan mohon dimaklumi) menyelam melihat taman laut.
Untuk melihat beberapa wisata di lovina, saya dan zein menyewa sebuah perahu dengan harga 120.000 satu perahu untuk mencari lumba-lumba. Kami berangkat jam 9 pagi, pencarian lumba-lumba kami berlangsung selama 1 jam lebih. Sayangnya saya dan zein belum melihat lumba-lumba.
.jpg)
perjalanan mencari lumba-lumba
Saya bertanya kepada pemilik perahu, ’pak, kenapa lumba-lumbanya tidak nampak?’. Pemilik perahu berkata, ’sepertinya mereka berenang ke tengah mas, mencari lumba-lumba itu untung-untungan mas. Tidak ada kepastian waktu kapan mereka muncul.’. mendengar hal tersebut apa daya lagi, walaupun sedikit kecewa. Pemilik perahu menunjukkan lokasi penyelaman dan sorkling yang bagus. Dikarenakan tidak membawa baju ganti, sayapun malas untuk berenang. O ya, sewa snorkling 60 ribu satu orang.
Jam 12 siang, kami keluar dari singaraja. Tujuan berikutnya adalah kintamani. Kintamani adalah suatu tempat wisata dimana kita dapat melihat view gunung batur dan danau batur secara dekat. Perjalanan ke kintamani sekitar 2 jam dari singaraja. Karena kami kembali lagi menuju denpasar.
Jalan ke kintamani berbeda dengan jalan ke singaraja. Jalannya kecil dan petunjuk jalan sangat sedikit. Sehingga saya sering kali turun dari mobil untuk menanyakan arah menuju kintamani. Sesampai didaerah kintamani yang berlokasi di sebelah timur denpasar melewati kota gianyar, saya berkesimpulan bahwa didaerah ini rata-rata masyarakat pada umumnya sangat patuh pada adat, dilihat dari sepinya rumah penduduk dan jauhnya mereka dari kebudayaan modern. Penduduk bali didaerah sini masih sederhana.
.jpg)
.jpg)
Sesampai di kintamani jam setengah 3 sore. Saya dan zein beristirahat ejenak di pinggir jalan. Zein mengeluarkan hp kameranya dan mulai mengambil gambar-gambar. Gunung batur terlihat berdiri gagah dihadapan saya. Sedangkan danau batur di sebelah kanan saya menunjukkan keindahannya. Disisi danau batur terlihat sebuah kampung tradisional, ketika saya menanyakannya kepada penjual souvenir. Dia mengatakan itulah yang dinamakan Trunyan. Trunyan adalah tempat dimana mayat seseorang tidak dibakar ataupun dikubur, melainkan mayat tersebut diletakkan di bawah pohon. Selain itu trunyan juga merupakan tempat isolasi bagi penderita kusta. Dikarenakan waktu yang sempit saya tidak memiliki keinginan untuk berkunjung ke danau batur dan trunyan.
.jpg)
.jpg)
Perjalanan saya lanjutkan kembali menuju tampak siring, sebuah wilayah dimana presiden soekorno diasingkan dahulu. Ustadz saya di ma’had dulu pernah bercerita, ketika dia kecil. Dia sering berlari-lari di belakang istana tampak siring, dan dibelakang istana ada sebuah pemandian. Pada tahun 70an pemandian tersebut masih terbuka dan tampaklah para gadis sedang mandi disana (sori rada bb).
.jpg)
Wilayah tampak siring memang kaya akan sumber air. Akan tetapi saya tidak memiliki waktu untuk masuk dan menikmatinya. Saya menuju istana dan ternyata ada sebuah peraturan baru yang melarang pengunjung memasuki istana secara bebas. Sekarang ada prosedur-prosedurnya, harus buat surat sebelumnya, ada izinnya dan lain-lain. Kecewa dengan hal itu maka pulanglah saya ke denpasar dengan hati setengah senang.
Sabtu, 21 Maret 2009
Antara Dream Land, Nusa Dua, dan Kuta
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
Selasa, 24 Februari 2009
Danau bedugul
Ketika hati sudah bosan berada di kebun raya, kami membuat dua pilihan. Pilihan pertama adalah pergi ke pembangkit listrik dan pilihan kedua pergi ke danau untuk naek perahu. Setelah mengalami diskusi panjang, akhirnya keluarlah danau sebagai solusi yang menarik. Dikarenakan lokasi danau berada sangat dekat dengan kebun raya. Bahkan dari kebun raya ada lokasi yang dapat melihat danau/view danau.
Kita kembali ke mobil dan langsung meluncur ke jalan raya denpasar singaraja. Tidak sampai lima menit, pemandangan danau sudah terlihat. Danau bedugul adalah objek wisata yang terkenal di indonesia maupun mancanegara. Danau ini sangatlah indah karena dikelilingi perbukitan yang masih hijau. Apalagi disana terdapat pura yang berada sedikit menjorok ke danau.
Untuk tempat parkir didanau, ada 3 tempat. Yang aku tahu ada 2 tempat, pertama sebelum pintu masuk danau resmi (istilah gw) yaitu sebuah parkiran mobil yang disana terdapat dermaga perahu dan boat. Kedua di pintu masuk danau resmi, daerah ini sangat ramai, di pintu masuk resmi ini ada beberapa pura, pura yang menjorok ke danau ada di lokasi ini dan ada juga beberapa taman yang enak dipandang.
Karena kepingin naik perahu maka tempat perberhentian yang dipilih adalah opsi pertama. Setelah mempaskan mobil, kami berjalan menuju dermaga boat dan perahu. Kebetulan aku bertemu dengan alumni Assalaam dulu, dia adik kelasku. Setelah basa basi rupanya dia habis naik boat n mau langsung balik ke denpasar. 
Sampai didermaga, yah bisa dikatakan dermaga karena banyak perahu-perahu yang merapat dan tempat naik-turunnya penumpang. Dari dermaga ini, terlihat danau dengan view yang indah, lurus arah dermaga agak kekanan sedikit. Disana ada dermaga yang agak besar, yang berisi banyak boat, jetski, n paralayang perahu. Ini maksudnya tempat parkiran ketiga. Sayangnya waktu itu aku gak sempat menanyakan dimana daerah tersebut pada penduduk sekitar.
Karena kita banyakan waktu itu, terpaksa memakai asas musyawarah. Didapat kesimpulan, naik boat maksimal 5 orang dengan biaya rp. 180.000,00. dan rp. 150.000,00 dengan maksimal penumpang 3 orang. Untuk jetski dan paralayang lokasi berada di dermaga satu lagi. Biaya tersebu diatas dengan fasilitas keliling danau sekali dan ada baju pelampungnya. Selain perahu bermotor, disana juga disediakan perahu berkekuatan semangat. Perahu berkekuatan semangat hanya Rp. 60.000,00 per perahu dan muat 5 orang. Itu tanpa pendayung alias dayung sendiri, kalau tambah pendayung harga untuk pendayung bisa nego.
Tanpa nunggu lama kita langsung naek perahu, model perahunya seperti perahu biasa tapi ada tambahan penyeimbang dikanan dan kirinya. Kita berlima memegang sebuah dayung. Sehingga ketika perahu sudah meluncur dan lepas tali tambatnya, langsung saja kita semua ngedayung perahu. 
Waktu pertama ngedayung semuanya masih pada semangat, kita malah memiliki rencana untuk ngedayung sampai ujung danau. Karena kita penasaran dengan desa yang berada di ujung danau. Saat itu aku berpikir itu adalah trunyan, trunyan adalah tempat perkuburan adat bali. Dimana mayat orang yang telah meninggal disemayamkan tidak dengan dikubur atau dibakar melainkan di taruh di bawah pohon sampai menjadi tulang-belulang.
Ngedayung itu rupanya punya cara, tidak bisa kita ngedayung asal ngedayung, perlu adanya kerjasama dan keseimbangan dan ada juga pengatur arah yang berada di bagian belakang. Kalau ritmenya kacau, arah akan berubah dan tenaga yang dikeluarkan akan sia-sia belaka. 
Setelah mendayung beberapa menit, sampailah kami hampir ditengah danau. Setelah foto-foto dikit, aku nyeletuk ”gmn, kalo kita ke pura itu?”. Rupanya celetukkanku disambut baik. Jadi kita ngedayung lagi menuju pura, boat-boat banyak berkeliaran dipinggir-pinggir danau dan pura juga merupakan tujuan kunjungan mereka. Bukan kunjungan singgah hanya kunjungan berhenti untuk melihat dari atas boat.
Karena boat menggunakan mesin, ombak yang dibuatnya juga besar. So perahu kami sering kali terombang-ambing oleh ombak yang dibuat oleh boat maupun jetski. Setelah perjuangan keras sampailah kami dipinggir pura. Cuaca saat itu berawan juga, sehingga hasil foto kamera kurang bagus. Dari atas perahu kami mencoba menjalin komunikasi dengan beberapa turis asing. Komunikasi yang dimaksud adalah melambai-lambaikan tangan kepada mereka, dan mereka melambai-lambaikan tangan kepada kita. Maklum, perahu yang menggunakan tenaga semangat jarang sampai disana. Soalnya perjalanan lumayan jauh dan melelahkan.
Ambil beberapa gambar n kita perjalanan pulang menuju dermaga, yah tukang dayungnya dah pada capek sehingga ritmenya dah kacau. Sampai di dermaga rasanya seneng banget n capek banget. Temen-temen yang lain pada pingin makan bakso malang untuk ngisi tenaga yang terpakai buat ngedayung. Sedangkan aku, zein dan helmi memiliki ide lain. Idenya adalah ’gimana kalau kita ke pura!’.
Tanpa melapor, kami langsung berangkat menuju gerbang masuk resmi danau dan pura bedugul. Karena tempatnya lumayan dekat so jalan kaki aja deh. Pertama masuk ke wilayah ini, sudah terlihat banyak orang menjajakan oleh-oleh dan pernak-pernik bali. Wisatawan asing juga banyak, karena sore hari aku langsung saja masuk ke lokasi. Sedangkan zein dan helmi, karena mereka adalah penduduk bali yang taat pada peraturan. Mereka membeli tiket masuk sebesar 12 ribu, tanpa bukti tiket atau kertas apapun. 

Karena tidak mau memperpanjang masalah dan tidak ingin membuang waktu. Langsung kita berjalan menyusuri jalan yang menurun. Nampak gerbang masuk khas bali, dan beberapa tempat sesajen. Suasana diluar gerbang sangat asri dan indah, kebersihan dan kerapian nampak disana sehingga hatipun enak. Melewati gapura, nampak pura disebalah kiri dan kanan, sedangkan didepan danau dan pura yang menjorok kedanau. View ini sangat indah, objek yang sangat bagus untuk difoto.+copy.jpg)

Di pinggir danau, kita mengambil beberapa gambar dekat dengan pura yang menjorok kedanau. Sebenarnya pura ini punya nama, tapi aku lupa namanya. Pura ini juga sering mucul di televisi. Sayangnya teratai pura ini tidak ada yang mekar ketika kita datang.
Sudah puas dengan ini semua, dan sudah muak dengan keindahan ini semua. Dan tidak lupa bersyukur kepada Allah yang telah menciptakan alam ini dan aku mampu melihatnya. Saatnya pulang menuju denpasar. Karena kita pergi ke pura tidak memberi kabar kepada teman2 yang lain, so kita menerima konsekuensi untuk mendapat ceramah sore. Jam 5.30 wita kita pulang ke denpasar.
Rabu, 18 Februari 2009
Kebun Raya Bali


Suasana yang hijau dan asri di kebun raya
Kebun raya bali yang bernama eka karya terletak dikawasan bedugul-bali, 30 menit dari denpasar kalau berangkat pada pagi hari dengan menggunakan kendaraan pribadi. Atau bisa menggunakan mini bus dengan jurusan singaraja-denpasar, tapi lama banget nunggunya..
Perjalanan menuju bedugul seperti biasa berkelok-ke
lok dan menanjak, karena bedugul adalah perbukitan. perjalanannya sama seperti menuju puncak. Jikalau cuaca sedang cerah, kita dapat melihat beberapa pegunungan yang ada di bali seperti gunung batur dll. Banyak pemandangan indah dan menarik di sepanjang perjalanan.
Hari Minggu di penghabisan bulan januari, aku, zein dan beberapa kawan pergi ke bedugul, kami berangkat dari denpasar dengan menggunakan 2 mobil. kami berangkat jam 12.00 siang dan sampai di kebun raya jam 13.00. Maklum, hari minggu jalanan ramai.
Planing utama kami adalah bermain bola di kebun raya, kebetulan helmi temanku merupakan anak dari seorang yang punya urusan dengan kebun raya. Sehingga kami mendapat free pass.. harga tiket biasa sekitar 12 ribuan. Sebelum masuk kami membeli nasi bungkus di warung muslim di pasar bedugul. Kemudian kami shalat dzuhur di masjid dekat gerbang masuk.
Setelah selesai shalat, kami langsung masuk ke kebun raya. Yah saat itu cuaca berawan dan lokasi lumayan ramai. Setelah berkeliling untuk cuci mata, mobil akhirnya diparkir dekat dengan lapangan bola.
Kebun raya, yah seperti yang kita bayangkan. Dipenuhi dengan berbagai macam jenis pohon. Mulai dari pohon besar dan kecil, dari jenis palm dan mahoni. Rindang, asri dan bersih, serta kelebihan dari kebun raya ini menurutku, kita dapat melihat danau bedugul dari sisi atas kebun raya.
Untuk berlibur bersama keluarga, bisnis, dan outbond kebun raya ini bisa dijadikan sebuah rekomendasi yang bagus. Karena kebun raya ini juga menyediakan beberapa fasilitas resort.
Kebun raya juga menyediakan peta, sehingga pengunjung dapat melihat posisi dimana berada dan lokasi-lokasi menarik lainnya di kebun raya.
Minggu, 15 Februari 2009
Tips n triknya naik herkules ala gw
- Harus punya kenalan/teman atau famili yang kerja di TNI AU yang jabatannya lumayan…
- Kalo berani coba jalan-jalan ke pangkalan TNI AU, trus nanya2 ma penjaganya, mungkin bisa dapat naik pesawat dengan beberapa imbalan.
- Bawa MP3, walkman atau apa saja soalnya diatas pesawat berisik..n kalo bisa download dulu game di hp banyak2 supaya bisa dimainin diatas pesawat..kalo naik herkules hape gak usah dimatiin kok..
- Bawa jaket, walaupun herkules tapi ACnya dingin..
- Bawa makanan n minuman soalnya gak ada pramugari yang nawarin makanan loh..
- Harus siap 2 jam sebelum berangkat, soalnya jadwalnya bisa saja maju bisa juga mundur..
- Pergi ke toilet sebelum terbang karena di pswat toiletnya cuman ditutup ama sejenis kain gitu...

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)


+copy.jpg)



