Powered By Blogger

Sabtu, 21 Maret 2009

Rahasia Kecerdasan Orang Yahudi

Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, "Mengapa Yahudi Pintar?"

Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?

Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.

Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.

Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.

Stephen bertanya, "Apakah ini untuk anak kamu?"

Dia menjawab, "Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius."

Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya.

Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.

Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.

Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan.

Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, "Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet),"
ungkapnya.

Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.

Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk.
Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.

Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka.

Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak ( bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.

Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever).

Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban.
Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar.

Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak.

Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.

Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, "Perbandingan dengan anak anak di California, dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!! !" katanya.

Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari.
Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.

Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius.
Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.

Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus memperaktekkanya.
Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!

Anda terperanjat?

Itulah kenyataannya.

Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan.. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?

Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina. Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza.

Seperti yang kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang lebih. Hampir setengah darinya adalah anak-anak.

Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, sesuai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismali Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Quran.

Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. "Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?" demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.

Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur'an. Tak ada main Play Station atau game bagi mereka.
Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.

Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia. Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya.

Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal.

Benarkah merokok dapat melahirkan generasi "Goblok!" kata Goblok bukan dari penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini.
"Lihat saja Indonesia," katanya seperti dalam tulisan itu.

Jika Anda ke Jakarta, di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asak rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ .70cts !!!

"Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Apakah ini bukan akibat merokok? Anda fikirlah sendiri?"

dari diambil 
kaskus.us
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1526366

Antara Dream Land, Nusa Dua, dan Kuta




Hari kedua di bali, sekarang rencananya adalah lihat-lihat pantai. Saya berangkat dari rumah zein setelah shalat dzuhur. Tujuan pertama kita adalah pantai dreamland. Kata zein pantai dremland lebih bagus dari pada pantai kuta. Perjalanan ke dreamland lumayan jauh, sekitar 30 menit dari denpasar melewati sunset road.
Masuk ke dalam area kampus Udayana dan jalan kearah GWK (garuda wisnu kencana), gwk itu semacam pusat kebudayaan di bali gitu. Disana sedang proses pembangunan pantung wisnu menaiki garuda. Tapi ketika saya ke bali tahun 2003 dahulu pembangunannya sampai sekarang belum juga selesai.
Di pinggir jalan banyak baliho raksasa yang mengiklankan tentang resort-resort di kawasan tersebut. Akhirnya kita masuk kedalam kawasan yang namanya Pecatu Indah Resort. Rupanya konsep pecatu ini sama dengan konsep Nusa Dua.


Sebuah konsep properti yang didalam satu kawasan terdapat resort, pantai, golf dan perumahan elit untuk orang yang berduit lebih tentunya. Setelah masuk, kawasasn pecatu ini merupakan area yang masih dalam proses pengembangan. Sehingga didalamnya terlihat maih belum rapi dan banyak bangunan sedang dalam proses pembangunan.
Karena gerbang masuk pecatu berada di atas dan pantai berada di bawah, maka view pantai yang indah akan terlihat dari atas, bahkan akan terlihat pula pantai kuta di sebelah kanan. Walaupun masih dalam pengembangan jalan di pecatu sudah diaspal kok. Jadi perjalanan kesana nyaman dan menyenangkan.
Sesampai di gerbang masuk dreamland, motor kita parkir di lahan yang sudah disediakan preman bali. Lokasi parkiran boleh dibilang masih jadul n jelek banget. Masih pasir dan berbatu-batu. Dari parkiran menuju ke pantai perjalanan sekitar 300 meter.
Turun menuju pantai kita akan jalan melewati kafe-kafe. Kafe ini jangan dibayangkan seperti di pinggir jalan. Tapi kafe ini seperti warung yang ada di pinggir jalan-jalan kecil di tangkuban perahu. Bedanya di tangkuban perahu didepan kafe ada kawah dan di dreamland di depan kafe ada sungai yang menuju ke laut. Diujung jalan kafe ini barulah pantai dreamland.
Sesuai dengan namanya, pantai yang satu ini memang bagus dan indah. Menurutku nusa dua, kuta, dan sanur kalah jauh dengan keindahan pantai ini. Pasir putih dan topografi pantai membuat saya kagum. Pantai dreamland ini, kata zein merupakan tempat dimana para artis dalam negeri berkunjung. Dan tempat orang-orang bule berjemur. Dan zein memang benar, saya jarang melihat orang indonesia berlibur di pantai ini. Kebanyakan orang bule dan jepang. 






Tapi pesona pantai ini masih kalah dengan pantai di daerah lombok, saya yakin itu. Setelah puas poto-poto, kami menuju parkiran bersiap menuju nusa dua. Rupanya tukang parkirnya sialan masa parkir motor 3 ribo. Biaya-biaya lainnya gratis cuman bayar parkir/pungli doang ke dreamland.


Nusa dua, adalah sebuah tempat resort terpadu yang dikelola secara profesional. Dan namanya sudah terkenal diseluruh dunia. Bahkan ada sebuah jargon yang menyatakan bahwa kalau bule yang berlibur ke kuta itu bule miskin, tapi bule yang ke nusa dua itu bisnisman.
Jargon itu memang benar karena nusa dua emang beda dengan kawasan bali lainnya. Disana terlihat seperti komplek perhotelan elit, dan masing-masing hotel memiliki pantai masing-masing, yang khusus diperuntukkan bagi pengunjung hotel. Sedangkan bagi wisatawan lokal/berkantong tipis yang ingin menikmati nusa dua, hanya dipersilahkan melihat pantai paling ujung yang diapit dua pulau kecil (jadi pulau kalau lagi pasang doang).




Walaupun begitu, suasna pantai nusa dua yang saya nikmati kemarin terasa berbeda dengan nusa dua pada tahun 2003, perbedaanya ketika tahun 2003 saya menikmati pantai ketika air sedang pasang. Dan kini saya menikmati pantai ketika sedang surut sekali, sekitar 100 meter dari ujung pantai. Sehingga tampak biota-biota laut dan karang.
Kawasan nusa dua memiliki banyak pepohonan, sehingga saya tidak merasakan panas matahari pantai. Objek lain yang menarik hati saya adalah adanya pura di salah satu pulau kecil di nusa dua. Kemudian saya pergi ke ujung pulau tersebut dan mendapati sebuah batu karang yang indah.




Setelah bosan melihat pantai nusa dua, saya dan zein berkeliling di kawasan nusa dua dengan menggunakan sepeda motor kami. Saya banyak melihat turis-turis mancanegara sedang berjalan-jalan menikmati keindahan sore hari. Ketika akan pulang saya melewati sebuah balon udara besar yang dipergunakan untuk wisata. Pikiran saya membayangkan bahwa balon ini terbang diatas pantai-pantai selatan bali.
Keluar dari daerah nusa dua, saya mendesak zein untuk pergi ke kuta. Akhirnya zein pun mau untuk pergi kekuta, perjalanan ke kuta memakan waktu sekitar 30 menit juga. Sebelum ke kuta, saya dan zein pergi ke bandara Ngurah Rai untuk melihat bandara dan mencari masjid untuk shalat ashar. Jam 5 sore kita ke kuta.

patung di ngurah rai

Kuta, saya lebih senang menyebutnya sebagai kota. Karena kondisi kuta tampak bagi saya seperti kota, memiliki banyak hotel dan tempat perbelanjaan modern. Sedangkan jarak ke denpasar lumayan jauh. Jadi apa salahnya menyebutkan kuta adalah kota tersendiri.
Pantai kuta termasuk pantai yang panjang, kita memarkirkan motor dekat dengan hardrock cafe 1000 sekali parkir. Tekad saya saat itu adalah melihat sunset di kuta. Ketika melihat jam di hp, ternyata sunset masih 1 jam lagi. So, saya dan zein memiliki inisiatif untuk berjalan-jalan menikmati kota kuta.


Sore hari tersebut suasana kuta lumayan ramai, wisatawan asing banyak yang keluar untuk menikmati sunset, maklum cuaca pada saat itu sedang cerah. Saya dan zein berjalan menyusuri toko-toko di kuta yang suasananya nampak seperti kota-kota di luar negeri. Perjalanan itu menuntun saya ke kawasan legian di tugu peringatan bom bali. Tugu yang lumayan megah, dandisana tertampang nama-nama korban bom bali.



Traveler sejati harus menggunakan kakinya untuk berjalan. Kemudian kita masuk kedalam gang kecil yang langsung tembus ke pantai kuta. Toko-toko souvenir dan kedai seafood banyak terdapat dalam gang ini. Pandangan zein tertarik pada sebuah toko dvd bajakan, kami masuk kedalam toko dan membeli sebuah film hollywood.
Yang saya sangat kaget ketika mendengar pelayan menyebutkan harga film sebesar 15.000 rupiah satu dvd, 2X lipat dari harga dvd di kota kembang bandung. Pikirku, bisa kaya nih kalau jualan dvd bajakan.

Akhirnya, pantai kuta yang terkenal sudah didepan mata kita. Sore itu pantai kuta memang benar-benar sangat ramai sekali. Jalanan didepan pantai sudah sangat macet. Wisatawan lokal dan mancanegara sudah bercampur baur. Sulit dibayangkan jika tsunami terjadi berapa puluh ribu yang akan menjadi korban.
Pasir pantai kuta berwarna putih diatas dan hitam di bawah, kebetulan saat itu air sedang surut. Pantai kuta tidak seperti kuta 2003 dulu. Kini telah menjadi pantai yang kotor. Walaupun masih tersisa sedikit keindahannya. Mengenai ombaknya masih seperti dulu besar dan asyik untuk surf.
Di pinggir pantai banyak orang menyewakan papan-papan surfing dan banyak juga orang bule berjemur dengan memakai kota sponge bob. Beberapa saat saya terdiam menikmati suasana pantai kuta, saya melihat ke arah kiri dimana disitulah tempat melihat sunset yang bagus. Pikiran saya memerintahkan untuk menuju ke karang.



Feeling saya benar kali ini, karang lokasi ini memang bagus. Beberapa fotografer pro sudah mulai berjejer menunggu datangnya sunset. Sayang saya tidak memiliki kamera yang mumpuni. Hanya mengandalkan kamera hp zein saja. Hasil gambar sunset pun tidak terlalu bagus. Selesai dengan itu semua kami pulang menuju rumah zein.



Selasa, 24 Februari 2009

Danau bedugul



Ketika hati sudah bosan berada di kebun raya, kami membuat dua pilihan. Pilihan pertama adalah pergi ke pembangkit listrik dan pilihan kedua pergi ke danau untuk naek perahu. Setelah mengalami diskusi panjang, akhirnya keluarlah danau sebagai solusi yang menarik. Dikarenakan lokasi danau berada sangat dekat dengan kebun raya. Bahkan dari kebun raya ada lokasi yang dapat melihat danau/view danau.


Kita kembali ke mobil dan langsung meluncur ke jalan raya denpasar singaraja. Tidak sampai lima menit, pemandangan danau sudah terlihat. Danau bedugul adalah objek wisata yang terkenal di indonesia maupun mancanegara. Danau ini sangatlah indah karena dikelilingi perbukitan yang masih hijau. Apalagi disana terdapat pura yang berada sedikit menjorok ke danau.

Untuk tempat parkir didanau, ada 3 tempat. Yang aku tahu ada 2 tempat, pertama sebelum pintu masuk danau resmi (istilah gw) yaitu sebuah parkiran mobil yang disana terdapat dermaga perahu dan boat. Kedua di pintu masuk danau resmi, daerah ini sangat ramai, di pintu masuk resmi ini ada beberapa pura, pura yang menjorok ke danau ada di lokasi ini dan ada juga beberapa taman yang enak dipandang.

Karena kepingin naik perahu maka tempat perberhentian yang dipilih adalah opsi pertama. Setelah mempaskan mobil, kami berjalan menuju dermaga boat dan perahu. Kebetulan aku bertemu dengan alumni Assalaam dulu, dia adik kelasku. Setelah basa basi rupanya dia habis naik boat n mau langsung balik ke denpasar.

Sampai didermaga, yah bisa dikatakan dermaga karena banyak perahu-perahu yang merapat dan tempat naik-turunnya penumpang. Dari dermaga ini, terlihat danau dengan view yang indah, lurus arah dermaga agak kekanan sedikit. Disana ada dermaga yang agak besar, yang berisi banyak boat, jetski, n paralayang perahu. Ini maksudnya tempat parkiran ketiga. Sayangnya waktu itu aku gak sempat menanyakan dimana daerah tersebut pada penduduk sekitar.

Karena kita banyakan waktu itu, terpaksa memakai asas musyawarah. Didapat kesimpulan, naik boat maksimal 5 orang dengan biaya rp. 180.000,00. dan rp. 150.000,00 dengan maksimal penumpang 3 orang. Untuk jetski dan paralayang lokasi berada di dermaga satu lagi. Biaya tersebu diatas dengan fasilitas keliling danau sekali dan ada baju pelampungnya. Selain perahu bermotor, disana juga disediakan perahu berkekuatan semangat. Perahu berkekuatan semangat hanya Rp. 60.000,00 per perahu dan muat 5 orang. Itu tanpa pendayung alias dayung sendiri, kalau tambah pendayung harga untuk pendayung bisa nego.

Tanpa nunggu lama kita langsung naek perahu, model perahunya seperti perahu biasa tapi ada tambahan penyeimbang dikanan dan kirinya. Kita berlima memegang sebuah dayung. Sehingga ketika perahu sudah meluncur dan lepas tali tambatnya, langsung saja kita semua ngedayung perahu.

Waktu pertama ngedayung semuanya masih pada semangat, kita malah memiliki rencana untuk ngedayung sampai ujung danau. Karena kita penasaran dengan desa yang berada di ujung danau. Saat itu aku berpikir itu adalah trunyan, trunyan adalah tempat perkuburan adat bali. Dimana mayat orang yang telah meninggal disemayamkan tidak dengan dikubur atau dibakar melainkan di taruh di bawah pohon sampai menjadi tulang-belulang.

Ngedayung itu rupanya punya cara, tidak bisa kita ngedayung asal ngedayung, perlu adanya kerjasama dan keseimbangan dan ada juga pengatur arah yang berada di bagian belakang. Kalau ritmenya kacau, arah akan berubah dan tenaga yang dikeluarkan akan sia-sia belaka.

Setelah mendayung beberapa menit, sampailah kami hampir ditengah danau. Setelah foto-foto dikit, aku nyeletuk ”gmn, kalo kita ke pura itu?”. Rupanya celetukkanku disambut baik. Jadi kita ngedayung lagi menuju pura, boat-boat banyak berkeliaran dipinggir-pinggir danau dan pura juga merupakan tujuan kunjungan mereka. Bukan kunjungan singgah hanya kunjungan berhenti untuk melihat dari atas boat.

Karena boat menggunakan mesin, ombak yang dibuatnya juga besar. So perahu kami sering kali terombang-ambing oleh ombak yang dibuat oleh boat maupun jetski. Setelah perjuangan keras sampailah kami dipinggir pura. Cuaca saat itu berawan juga, sehingga hasil foto kamera kurang bagus. Dari atas perahu kami mencoba menjalin komunikasi dengan beberapa turis asing. Komunikasi yang dimaksud adalah melambai-lambaikan tangan kepada mereka, dan mereka melambai-lambaikan tangan kepada kita. Maklum, perahu yang menggunakan tenaga semangat jarang sampai disana. Soalnya perjalanan lumayan jauh dan melelahkan.

Ambil beberapa gambar n kita perjalanan pulang menuju dermaga, yah tukang dayungnya dah pada capek sehingga ritmenya dah kacau. Sampai di dermaga rasanya seneng banget n capek banget. Temen-temen yang lain pada pingin makan bakso malang untuk ngisi tenaga yang terpakai buat ngedayung. Sedangkan aku, zein dan helmi memiliki ide lain. Idenya adalah ’gimana kalau kita ke pura!’.


Tanpa melapor, kami langsung berangkat menuju gerbang masuk resmi danau dan pura bedugul. Karena tempatnya lumayan dekat so jalan kaki aja deh. Pertama masuk ke wilayah ini, sudah terlihat banyak orang menjajakan oleh-oleh dan pernak-pernik bali. Wisatawan asing juga banyak, karena sore hari aku langsung saja masuk ke lokasi. Sedangkan zein dan helmi, karena mereka adalah penduduk bali yang taat pada peraturan. Mereka membeli tiket masuk sebesar 12 ribu, tanpa bukti tiket atau kertas apapun.

Karena tidak mau memperpanjang masalah dan tidak ingin membuang waktu. Langsung kita berjalan menyusuri jalan yang menurun. Nampak gerbang masuk khas bali, dan beberapa tempat sesajen. Suasana diluar gerbang sangat asri dan indah, kebersihan dan kerapian nampak disana sehingga hatipun enak. Melewati gapura, nampak pura disebalah kiri dan kanan, sedangkan didepan danau dan pura yang menjorok kedanau. View ini sangat indah, objek yang sangat bagus untuk difoto.


Di pinggir danau, kita mengambil beberapa gambar dekat dengan pura yang menjorok kedanau. Sebenarnya pura ini punya nama, tapi aku lupa namanya. Pura ini juga sering mucul di televisi. Sayangnya teratai pura ini tidak ada yang mekar ketika kita datang.


Sudah puas dengan ini semua, dan sudah muak dengan keindahan ini semua. Dan tidak lupa bersyukur kepada Allah yang telah menciptakan alam ini dan aku mampu melihatnya. Saatnya pulang menuju denpasar. Karena kita pergi ke pura tidak memberi kabar kepada teman2 yang lain, so kita menerima konsekuensi untuk mendapat ceramah sore. Jam 5.30 wita kita pulang ke denpasar.

Rabu, 18 Februari 2009

Kebun Raya Bali




Suasana yang hijau dan asri di kebun raya bogor rupanya dapat disaingi oleh kebun raya bali. Suasana yang dingin dan asri di daerah bedugul, membuat kebun raya ini menjadi primadona bagi warga bali dan turis yang sedang berlibur.

Kebun raya bali yang bernama eka karya terletak dikawasan bedugul-bali, 30 menit dari denpasar kalau berangkat pada pagi hari dengan menggunakan kendaraan pribadi. Atau bisa menggunakan mini bus dengan jurusan singaraja-denpasar, tapi lama banget nunggunya..

Perjalanan menuju bedugul seperti biasa berkelok-ke

lok dan menanjak, karena bedugul adalah perbukitan. perjalanannya sama seperti menuju puncak. Jikalau cuaca sedang cerah, kita dapat melihat beberapa pegunungan yang ada di bali seperti gunung batur dll. Banyak pemandangan indah dan menarik di sepanjang perjalanan.

Hari Minggu di penghabisan bulan januari, aku, zein dan beberapa kawan pergi ke bedugul, kami berangkat dari denpasar dengan menggunakan 2 mobil. kami berangkat jam 12.00 siang dan sampai di kebun raya jam 13.00. Maklum, hari minggu jalanan ramai.

Planing utama kami adalah bermain bola di kebun raya, kebetulan helmi temanku merupakan anak dari seorang yang punya urusan dengan kebun raya. Sehingga kami mendapat free pass.. harga tiket biasa sekitar 12 ribuan. Sebelum masuk kami membeli nasi bungkus di warung muslim di pasar bedugul. Kemudian kami shalat dzuhur di masjid dekat gerbang masuk.

Setelah selesai shalat, kami langsung masuk ke kebun raya. Yah saat itu cuaca berawan dan lokasi lumayan ramai. Setelah berkeliling untuk cuci mata, mobil akhirnya diparkir dekat dengan lapangan bola.


Kebun raya, yah seperti yang kita bayangkan. Dipenuhi dengan berbagai macam jenis pohon. Mulai dari pohon besar dan kecil, dari jenis palm dan mahoni. Rindang, asri dan bersih, serta kelebihan dari kebun raya ini menurutku, kita dapat melihat danau bedugul dari sisi atas kebun raya.


Untuk berlibur bersama keluarga, bisnis, dan outbond kebun raya ini bisa dijadikan sebuah rekomendasi yang bagus. Karena kebun raya ini juga menyediakan beberapa fasilitas resort.


Kebun raya juga menyediakan peta, sehingga pengunjung dapat melihat posisi dimana berada dan lokasi-lokasi menarik lainnya di kebun raya.

Senin, 16 Februari 2009

Technorati Profile

Minggu, 15 Februari 2009

Tips n triknya naik herkules ala gw

  1. Harus punya kenalan/teman atau famili yang kerja di TNI AU yang jabatannya lumayan…
  2. Kalo berani coba jalan-jalan ke pangkalan TNI AU, trus nanya2 ma penjaganya, mungkin bisa dapat naik pesawat dengan beberapa imbalan.
  3. Bawa MP3, walkman atau apa saja soalnya diatas pesawat berisik..n kalo bisa download dulu game di hp banyak2 supaya bisa dimainin diatas pesawat..kalo naik herkules hape gak usah dimatiin kok..
  4. Bawa jaket, walaupun herkules tapi ACnya dingin..
  5. Bawa makanan n minuman soalnya gak ada pramugari yang nawarin makanan loh..
  6. Harus siap 2 jam sebelum berangkat, soalnya jadwalnya bisa saja maju bisa juga mundur..
  7. Pergi ke toilet sebelum terbang karena di pswat toiletnya cuman ditutup ama sejenis kain gitu...

Naik herkules pertama kalinya.....



Yang namanya nasib gak ada yang tau, pada hari selasa di akhir bulan januari lalu perjalanan dimulai. Aku sekali lagi yakin bahwa dengan silaturahmi banyak hal yang dapat diperoleh.

Secara tidak sengaja, aku main kekost teman di DU (dipati ukur). Rupanya kawan yang dicari tidak ada. Ketika mau balik, kebetulan aku bertemu dengan kawanku lain yang tinggal satu kostan dengan orang yang aku cari. Setelah ngobrol-ngobrol banyak, ternyata dia punya rencana trip ke malang memakai pesawat herkules.

Malamnya aku berpikir untuk ikut serta, rasa penasaran mencoba herkules begitu kuat sehingga esok paginya aku langsung mengutarakan niatku. Akhirnya dia membolehkan dan berangkatlah aku kemalang dengan menggunakan herkules gratis...semalam gak bisa tidur ngebayangin gimana rasanya naek pesawat C-130 herkules itu..

Kenapa bisa gratis?? Rupanya herkules itu punya jadwal terbang rutin ke pangkalan-pangkalan udara di indonesia. Jadi kita ngakunya menjadi keluarga salah seorang personel angkatan udara. Karena syarat naik herkules harus merupakan anggota atau keluarga pensiunan angkatan udara atau mempunyai ijin khusus.

Hari kamis jam 10 pagi rencana pesawatnya berangkat. Aku berangkat dari rumahku yang dicicaheum pukul 7.40, karena kemacetan bandung aku sampai di kostan temen jam 8.30. rencananya pagi itu kita mau sarapan dulu, tetapi kawanku mendapat telepon darurat, isinya mengabarkan bahwa herkules berangkat jam 9 pagi.

Mendengar hal tersebut kami langsung bersiap dan mencari taksi. Perjalanan menuju bandara alhamdulillah lancar sehingga kita tiba di husen sastranegara pukul 9 tepat. Telepon kawanku memberi arahan untuk langsung menuju ke DAAU (semacam ruang tunggu keberangkatan pesawat). Kemudian kami bertemu dengan seorang petugas yang menanyakan nama dan kartu identitas kami untuk dimasukkan kedalam data penumpang pesawat. Aku deg-degan juga, soalnya aku gak bawa ktp saat itu. Tapi rupanya solusi masalahnya sepele, kita tinggal menyebutkan nama yang menjamin dan disuruh nunggu akhirnya. Ruang tunggu disana gak seperti ruang tunggu di airport-airport penerbangan domestik, maklum gak ada airporttax.hehehe

Diruang tunggu saat itu telah ramai, berisi keluarga dan personel TNI yang akan berangkat ke malang. Personel TNI menggunakan baju dinas yang rapi, intinya kebanyakan penumpang menggunakan pakaian yang rapi dan pantas. Kadang aku malu juga dengan keadaan diri kami yang berpenampilan ’GAUL’ sehingga beberapa penumpang curi-curi pandang gitu. Yah maklumlah masih anak muda jadi masih ganteng-ganteng gitu..

Tanpa diberi komando kami langsung duduk menunggu keberangkatan. Ternyata waktu keberangkatan ditunda karena ada beberapa urusan yang belum selesai. Delaynya gak lama kok cuman 3 jam aja jadi jam 12 berangkat ke abdurrahman saleh. Akhirnya bengonglah kami bertiga di ruang tunggu. 2 temenku yang lain karena termasuk orang yang gak gaptek, karena punya gadget2 mutakhir. Sedangkan aku cuman punya hp yg warna tok cuman bisa nerima telpon ma baca sms. Aku inisiatif aja jalan-jalan di sekitar DAAU, liat-liat landasan pacu yang luas dan banyak angin sepoi-sepoi bertiup. Karena PT DI berada di bandung, aku melihat dengan jelas pabrik pesawat buatan indonesia itu.

Menurutku tidak selamanya perbuatan nguping itu buruk. Nguping juga ada manfaatnya. Perut sudah keroncongan karena dari pagi belum makan, dengan disengaja aku mendengar dua orang manusia sedang bercakap-cakap tentang kantin yang ada di pangkalan tersebut. Tanpa pikir panjang langsung aku ajak seorang kawan untuk makan di kantin. Lumayan untuk ukuran kantin di bandara disana tersedia nasi rames, soto, dan ayam bakar/goreng. Aku makan ayam bakar dan temanku makan soto. Harganya standar bandung kok cuman 8000 ribo seporsi.

Sudah kenyang, sekarang tinggal nunggu waktu berangkat. Jam 12 kurang semua personel sepertinya sudah hadir dan sudah siap berangkat. Tanpa arahan kami langsung menuju gate dan menyerahkan boarding pass..ternyata naek herkules juga ada boarding passnya lo.. Sebelum naek aku iseng minjem hape temen dan click ambil gambar satu. Herkules tidak begitu tinggi tangganya tidak seperti naik boeng dll...

Kesan pertama dalam herkules, wah ruangannya luas bisa bawa truk satu nih..atau tanklah atau apa saja. Tempat duduknya bisa dilipat rupanya.wong cuman kaen doang kok. Duduknya hadap-hadapan, kami duduk bertiga bersebelahan. Dimuka kami seorang ibu-ibu duduk bersama dua anaknya.. langit-langit herkules kalo dibayangkan penuh dengan kabel-kabel dan pipa ac.

Sayangnya jendela tidak banyak, hanya ada didepan saja sedangkan kami duduk ditenah. Ketika baling-baling hidup, waw suaranya bung.. pesawat mulai menuju ke landasan pacu..gak ada intruksi seperti biasa oleh pramugari dan gak ada sabuk pengamannya. Tapi aku malah merasa aman disana.. mungkin karena banyak personel sehingga dalam pikiranku, kalo jatuh juga tinggal ambil parasut aja...


Pass take off rasanya biasa aja..nah pas diatas hpkan tidak dimatikan..baru take off masih ada sinyal, 1 menit masih ada sinyal,2 menit ada, 3 menit ada, pikirku hebat juga nih provider masih ada sinyal diudara..beberapa menit kemudian muncul tulisan diluar service...

Perjalanan ke malang memakan waktu sekitar 1 jam, kebanyakan penumpang malah tertidur lelap termasuk kedua temanku..aneh kok bisa ya?? Padahal berisik banget..mungkin aku yang sok bersih, make berihin telinga segala sih sebelum berangkat. Seperti biasa aku disana memperhatikan hal-hal yang ada di dalam pesawat..lalu muncullah pikiran, ni kalo mw kencing gimana ya?

Setelah memperhatikan dengan seksama dan menganalisa dari dua objek. Akhirnya didapatlah kesimpulan bahwa kencing terletak di belakang badan herkules, tempatnya seperti tempat buang air kecil ditoilet dengan ditutup oleh sejenis kain..

Jam 1 tepat aku ngecek hp dan ternyata sinyal sudah ada, peawat mulai turun perlahan-lahan dan mendarat dengan selamat dimalang.. sampai dimalang otakku langsung berfikir, mau nginap dimana nih malam ini. Maklum kedua kawanku nginap di asrama mereka. Akukan gak mungkin nginap disana. Kawan-kawan di malang aku kontak satu persatu sampai akhirnya ada seorang kawan yang rela menjemputku.

Turun dari pesawat tanpa mikir macam-macam aku berniat jalan keluar dari landasan langsung terus nyari bis ke tempat kawanku. Tapi aku lihat sebuah mobil sedan TNI masuk ke landasan dan keluarlah seorang perempuan yang rasa-rasanya pernah liat nih wajahnya.. Ternyata dialah yang membantu kami naik herkules.

Langung saaja naik mobil yang telah disediakannya untuk kami, dan diantarkanlah kami ke jalan borobudur. Disana aku berpisah dengan mereka semua karena aku punya perjalanan sendiri yang lain,,



ShoutMix chat widget