Powered By Blogger

Selasa, 09 Juni 2009

NikMat

Ayam Bakar rasanya masih sama
Risoles dan kue
rasa masih sama

daging kambing dan sapi rasa masih sama
makanan masih sama

apa dunia rasasnya sama ya?
tapi ga ah

ada rasa lain yang massih gw cari
rasa ketika kita masuk dalam suatu dunia baru

dimana kita terasing disana
yah, ini rasa yang selalu nikmat

dan berbeda rasanya
setiap berada di tempat, waktu dan kondisi yang berbeda

BSM


Hujan gerimis masih melanda bandung malam itu, setelah berputar dekat patung tank.parkiran  BSM(bandung super mall) mulai tampak, tidak seperti biasanya. BSM malam itu sepi, mungkin karena hujan dari tadi sore. 
sebelum masuk parkiran, rumah sengketa yang berada tepat disebelah pintu parkiran motor tetap kokoh berdiri. terkadang aku berpikir, apa orang yang punya rumah ini tidak merasa risih dengan keadaan disekitarnya? Atau, orang ini memiliki idealis berbeda dengan orang lain dalam masalah rumah. Yah, aku mengagumi pemilik rumah ini, bagaimana aku tidak kagum, rumah ini sudah ditawar milyaran oleh BSM untuk dibeli tapi tetap saja sang pemilik tidak mau melepasnya.
Masuk kedalam parkiran BSM, ada hal yang aku rasa berubah. Biasanya ketika masuk kedalam parkiran motor, tiket diambil secara otomatis. Tapi malam ini beda, tiket diambil secara manual di post parkir. 
genangan-genangan air terlihat merata di parkiran BSM, karena tujuanku datang kesini adalah untuk menjemput papaku, maka motor aku parkir dekat pintu masuk ke dalam Mall. Saat itu ponco masih aku kenakan, ketika aku mulai melepas ponco, anak-anak kecil sebaya adikku salsa mulai memayungiku, sembari berkata, a payung a? dengan tatapan sopan dan baik. Aku hanya berkata, ga usah dek, ga papa kok, makasih ya...
Kemudian aku berjalan di plasa BSM, rupanya di plasa BSM penuh dengan anak-anak kecil yang berprofesi sebagai ojek payung. yah wajar, pemandangan di bandung memang seperti ini, kota metropolitan yang mulai banyak anak jalanannya. Sebari berjalan menuju loket primajasa jurusan bandara SoeTta, mataku tetap mengawasi anak-anak kecil itu bermain hujan-hujan sambil menawarkan jasa ojek payung kepada para pengunjung mal yang tampak menunggu hujan reda. 
Tiba-tiba, telingaku mendengar seorang anak kecil memanggil nama temannya. yang kebetulan nama itu lumayan akrab di telinga. Mataku mulai memperhatikan anak kecil yang dipanggil namanya itu, usianya kira-kira baru 6 tahun dan badannya sangat kecil serta sangat kontras dengan payung yang dibawanya, maklumlah payung yang disewakan anak-anak itu berukuran besar.  Anak perempuan itu bernama ayud, dia asik bermain bersama sesama anak-anak lain. dia berlari kesana kemari dengan girang. wajah kelelahan pun tidak kulihat diwajahnya, benar anak-anak emang anak-anak, hidupnya tanpa beban, tak ada masalah hanya bergembira.
yah, sangat kontras dengan Ayud lain yang aku kenal sebagai teman di kampus. Ayud kecil ini hidup dengan sangat sederhana, menawarkan payung kepada orang yang tidak dikenal. bahkan rela berhujan-hujan ria dan mempertaruhkan kesehatannya hanya untuk beberapa ribu uang yang keluar dari kantong-kantong orang kaya yang berplesiran di BSM. ayud kecil ini tidak ada kesempatan untuk bersantai dihadapan televisi bersama ayah dan ibunya untuk sekedar menonton sinetron bersama, tidak ada waktu untuk mengulang pelajaran sekolahnya atau sekedar merapikan buku catatannya, tidak ada waktu untuk makan bersama diatas meja makan bersama keluarganya, tidak ada waktu untuk bermanja-manja dengan ayah dan ibunya. karena dia ada di BSM sedang menawarkan payungnya, rasa kedinginan, kecapaian hilang oleh kecerian di wajahnya. Anak ini bahagia, itu pikirku. Bahagia bukan karena harta keluarga atau apa, kita bahagia karena kita ingin bahagia. kita sengsara karena kita ingin sengsara... 
Ya inilah dunia kita... roda kehidupan tetap berputar. 

Kamis, 04 Juni 2009

Paradigma dan Pisau yang Tajam itu

langit berbicara lalu menangis
sudah ada 2 masa yang berlalu
kecil yang sudah lewat, remaja yang telah lewat

aku melihat kearah cakrawala
semilir yang menyejukkan kulit

apakah pisau yang tajam itu terlalu tajam?
hingga menyobek-nyobek kalbu?

atau, saraf-saraf itu salah?
hingga muncul suatu paradigma?

langit berbicara lalu menangis
sudah ada 2 masa yang berlalu
kecil yang sudah lewat, remaja yang telah lewat


BUDAYA PUNK SEBAGAI COUNTER BUDAYA HEDONISME DI BANDUNG

PENDAHULUAN

 

1.1              Latar Belakang Masalah

Punk adalah sebuah budaya baru yang muncul di era kapitalis sekarang, punk pertama kali muncul di Inggris, dimana Inggris adalah negara yang merupakan ibunya kapitalis selain Amerika. Kemunculan punk di Inggris dimulai pada tahun 1970 an dengan munculnya genre musik baru yang dipelopori oleh sex pistol. Dengan lagunya yang sangat fenomenal, God Save The Queen. Lagu inilah merupakan tonggak awal dari kemunculan punk didunia.

Kemunculan punk di pelopori oleh golongan muda dari kelas menengah kebawah, yang mengkritik aspek sosial dan aspek politik. Setelah muncul di Inggris, gaya hidup punk mulai menyebar di seluruh dunia. Dan mulai sangat berkembang ketika sudah di sukai dan menjadi sebuah trend budaya baru di Amerika.

Punk identik dengan semangat muda, semangat untuk memberontak. Berontak kepada sistem yang ada, berontak kepada sistem yang tidak berpihak pada rakyat. Akhirnya dengan media-media musik punk terus memberontak terhadap penguasa yang ada.

 

 

 

 

 

1.2              Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam penulisan makalah ini adalah :

  1. Bagaimana sejarah awal punk, dan sejarahnya di bandung. Dan bagaimana punk sebagai counter budaya hedonis?

 


1.3              Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah metode kepustakaan, penulis menjelaskan permasalahan yang ditentukan berdasarkan data-data kepustakaan.

 

1.4              Kegunaan dan Tujuan


Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :

  1. Sebagai sumbangan pemikiran bagi para peminat punk, khususnya di Indonesia.
  2. Sebagai penambah wawasan pengetahuan dalam bidang budaya modern.
  3. Sebagai langkah awal bagi peminat berikutnya yang ingin membahas segi lain dari masalah ini.
  4. Sebagai tugas akhir dalam mata kuliah Kajian Budaya di Fakultas Sastra Universitas Padjajaran.

 

1.5              Kerangka Teori

Dalam penulisan makalah ini, akan digunakan teori-teori atau pendapat yang relevan dengan masalah yang akan dikaju. Untuk mengkaji sejarah punk dan budayanya akan digunakan teori Asih (2007).

1.6       Sumber Data

Dari media cetak, pikiran rakyat, punk33metalpower.multiply.com, indonesiaindonesia.com, fsrd.itb.ac.id.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANALISIS DATA

2.1  Budaya Punk

Punk di bandung lebih terkenal dari hal fashion yang dikenakan dan tingkah laku yang mereka perlihatkan, seperti potongan rambut mohawk ala suku indian, atau dipotong ala feathercut dan diwarnai dengan warna-warna yang terang, sepatu boots, rantai dan spike, jaket kulit, celana jeans ketat dan baju yang lusuh, anti kemapanan, anti sosial, kaum perusuh dan kriminal dari kelas rendah, pemabuk berbahaya sehingga banyak yang mengira bahwa orang yang berpenampilan seperti itu sudah layak untuk disebut sebagai punker.
            Punk juga merupakan sebuah gerakan perlawanan anak muda yang berlandaskan dari keyakinan we can do it ourselves. Penilaian punk dalam melihat suatu masalah dapat dilihat melalui lirik-lirik lagunya yang bercerita tentang masalah politik, lingkungan hidup, ekonomi, ideologi, sosial dan bahkan masalah agama.

 

2.2  Sejarah Punk di Bandung dan Indonesia

Masuknya Punk ke Bandung tidak lepas dari pemberitaan media mainstream. Di Indonesia, kultur Punk dikenal pertama kali sebagai bentuk musikal dan fashion statement. Kultur Punk telah hadir tanpa substansi sejak awal. Punk tidak hadir sebagai respon keterasingan dalam masyarakat modern, melainkan dari sebuah kerinduan akan sebuah bentuk representasi baru saat tak ada hal lama yang dapat merepresentasikan diri remaja lagi. Maka tidak heran, apabila hal-hal yang substansial baru muncul bertahun tahun setelah Punk dikenal secara musikal dan fashion statement. Ini adalah sebuah keterlanjuran.

Di Bandung, secara musikal Punk telah dikenal sejak tahun 70an akhir dimana hal ini dibahas dalam majalah remaja Aktuil. Punk juga dibahas dalam majalah Hai pada tahun 80an. Kemudian gaya berpakaiannya juga diadopsi oleh beberapa preman jalannan. Baru di penghujung tahun 80an bermunculan kelompok-kelompok Punk dari kelas menengah karena pada saat itu hanya yang memiliki finansial tinggilah yang dapat mengakses produk dan informasi kultur ini. Jadi pada kesimpulannya, kultur Punk memang hadir di Indonesia tanpa hal-hal yang substansial, ia lahir sebagaimana produk postmodern lainnya, lahir tanpa esensi. Ada banyak hal yang mendorong terjadinya hal-hal ini antara lain karena gap bahasa, gap ekonomi, gap krisis masa muda.

Meskipun akhirnya substansi Punk hadir di Indonesia pada pertengahan tahun 90an melalui akses internet, tak berbeda dengan yang terjadi di negara lain, di Indonesia Punk dianggap sebagai segerombolan remaja biang onar atau sekedar aliran musik keras yang vokalisnya meracau tak jelas. Padahal pada pertengahan tahun 90an, komunita Punk di Indonesia merupakan komunitas Punk dengan jumlah populasi terbesar di dunia.

Penganut kultur punk (Punks) di Indonesia mulai mengadopsi substansi Punk yang termasuk di dalamnya ideologi, etika DIY (Do It Yourself), pandangan politis, dan lain sebagainya. Salah satunya adalah gaya hidup positif Straigh Edge yang menolak konsumsi alkohol, rokok, obat-obatan terlarang, dan perilaku seks bebas.

 

 

 

 

 

2.3  Punk Sebagai Counter Budaya Hedonis di Bandung

Hedonisme, sebuah budaya baru yang mulai menjadi tren di masyarakat bandung kini. Budaya di mana uang merupakan segala-galanya, kesenangan dan hiburan yang dicari berlandaskan materi. Gaya hidup modern yang murni meniru perilaku barat. Budaya ini sangat tren sekali, masyarakat sudah berubah menjadi masyarakat yang berorientasi hanya kepada materi semata.

Terbukti dengan munculnya bermacam-macam FO (Factory Outlet) di bandung, munculnya tempat-tempat hiburan malam yang mulai menjamur, tempat karoke dan lain-lain. Masyarakat hedonis, cenderung konsumtif. Mereka ingin membeli apa saja yang baru dan menjadi tren. Yang dijadikan pedoman tren mereka adalah apa yang saya namakan kepopuleran seseorang (selebritis).

Mereka meniru, memuja, dan ingin mirip dengan orang yang mereka puja, mereka akan melakukan apa saja untuk dapat menjadi seperti itu. Sehingga mereka mulai kehilangan jati diri masing-masing, mereka terlalu mengidolakan dan ingin menjadi seperti mereka. 
            Budaya punk, sebagaimana yang kita tahu diatas, merupakan budaya yang memberontak terhadap hal-hal seperti ini. Mereka tidak setuju terhadap hedonisme yang hanya berorientasi pada materi yang tidak mempedulikan aspek-aspek sosial masyarakat. Maka mereka mulai membuat komunitas-komunitas punk, yang terkenal seperti komunitas punk di jalan dewi sartika. Mereka mulai melawan dengan menggunakan musik-musik underground yang keras dengan lirik yang berupa umpatan-umpatan terhadap penyimpangan yang terjadi di kota bandung. Salah satu band punk yang terkenal adalah Mesin Tempur dengan lagu mereka Supir Angkot Goblok.

  Pelan-pelan tapi pasti, budaya punk mulai diakui dan dipahami oleh golongan remaja di bandung karena gaya hidup punk merupakan gaya hidup tandingan hedonisme. Ketertarikan remaja bandung pada budaya punk ini akhirnya memunculkan apa yang dinamakan eksploitasi punk. Walaupun sejarah asal muasal berdirinya punk adalah munculnya ketidakpuasan terhadap budaya modern yang egois. Mau tidak mau punk juga harus mengikuti mereka, akhirnya muncul juga Indie-indie recorder yang khusus memproduksi lagu-lagu punk.

Selain lewat lagu, eksploitasi punk pun berlanjut kepada fesyen. Saya contohkan, komunitas punk di jalan Dewi Sartika, yang merupakan kelompok punk terbesar di Jawa Barat bersatu padu untuk membuat Distro. Dan mengubah Plasa Parahyangan yang dahulunya akan bangkrut menjadi pusat distro underground di bandung. Yang menawarkan harga relatif murah dibandingkan dengan factory outlet di jalan Riau. Pelan tapi pasti, masyarakat bandung asli, bukan pendatang mulai mengkikuti tren punk bawah tanah ini.

Tentu saja, walaupun sudah menyimpang dari maksud asli punk dahulu, tapi budaya punk tetaplah merupakan tandingan budaya hedonisme yang marak di kota-kota wisata seperti bandung.

Walaupun ada juga beberapa penyimpangan budaya punk yang merusak, seperti anarkisme yang diadopsi oleh geng motor bandung yang banyak menimbulkan kerugian baik itu nyawa seseorang dan harta benda. Kaum punk memaknai anarkisme tidak hanya sebatas pengertian politik semata. Dalam keseharian hidup, anarkisme berarti tanpa aturan pengekang, baik dari masyarakat maupun perusahaan rekaman, karena mereka bisa menciptakan sendiri aturan hidup dan perusahaan rekaman sesuai keinginan mereka. Etika semacam inilah yang lazim disebut DIY (do it yourself/lakukan sendiri)
dan punk memiliki nama sendiri untuk kegiatan anarkismenya yaitu Anarko-punk.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

1.         Sejarah punk di bandung, menciptakan sebuah budaya punk versi bandung.

2.         Punk menandingin budaya hedonisme dengan cara mereka sendiri.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

http://www.indonesiaindonesia.com/f/34349-sejarah-musik-punk/

http://www.fsrd.itb.ac.id/wp-content/uploads/Potret%20Positif%20Punk%20Bandung.pdf

http://punk33metalpower.multiply.com/reviews/item/7

http://pr.qiandra.net.id/prprint.php?mib=beritadetail&id=70590

 

 

 

 

 

 

 

Minggu, 31 Mei 2009

BertiNDAk

31 MEI 2009, bandungku
kotaku, rumahku, kampusku

ribuan kilo kaki ini melangkah
tetap saja kembali padamu

tapi kini, wajahmu benar-benar kusam
kusam layaknya wajan yang hitam

retakan disetiap sudutmu
menandakan usiamu yg tak lama lagi

akankah kau tetap menjadi bandungku?
akankah kau tetap menjadi rumahku?

apakah kau memang telah tua?
apakah kau memang telah sekarat?

didiriku tertanam
kaulah yang mengajarkanku banyakhal

kaulah yang mengajarkanku sebuah kasih sayang
kaulah yang mengenalkanku dengan bidadari-bidadari mu

tapi apa dayaku kini
usia mu telah sangat sepuh

malaikat maut akan mencabut nyawamu
apakah itu besok, lusa atau 
kapan...

diriku akan pergi bandungku
diriku akan pergi rumahku

ya..
ya benar
karna aku bukanlah seorang yang suka berdiam diri

bukan orang yang suka mendengar kata orang

AKU ORANG BEBAS
AKU KERJAKAN APA YANG AKU SUkA

selamat jalan bandungku, kotaku, rumahku, kampusku
aku pergi....

Sabtu, 25 April 2009

Koalisi busuk

 

                Setelah pemilu legislatif tanggal 9 april lalu, yang oleh sebagian orang diyakini sebagai pemilu terburuk, terribet, dan termahal sepanjang sejarah negara ini, memenangkan salah satu partai baru dengan kemenangan telak 20 % dan mengalahkan partai golkar yang notabenenya selalu memenangi pemilu sejak 40 tahun lalu.

                Dengan adanya banyak partai dan adanya sarat-sarat baru untuk mengajukan presiden, maka beberapa partai mulai melakukan gerakan-gerakan cepat untuk mengadakan apa yang biasa dikenal dengan nama koalisi. Koalisi akhir-akhir ini banyak terjadi diantara partai-partai kecil yang hanya mendapat suara sebesar 1% dan mereka masuk parlemen pun tidak.  Koalisi partai-partai kecil ini menyatukan suara mereka untuk mencalonkan presiden.

                Dari hasil pemilu kemarin di urutan 5 besar adalah Partai Demokrat, Partai Golkar, PDIP, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional. Partai Demokrat telah berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera. Dan partai golkar sekarang sedang mencoba berkoalisi dengan PDIP. Semalam saya mendengar berita di radio dan membaca sebuah media bahwa Jusuf Kalla bertemu dengan megawati di kediamannya di jalan Teuku Umar Jakarta. Pertemuaanya tidak lain hanyalah untuk membahas tentang koalisi kedua partai tersebut dan membahas beberapa kekisruhan pemilu 2009 yang mereka besar-besarkan.

                Kemudian muncullah beberapa aksi yang mulai digalakkan oleh orang-orang yang katanya peduli dengan negara ini. Mereka menolak koalisi busuk partai-partai politik. Timbullah pertanyaan besar apakah koalisi busuk itu? Siapakah partai yang busuk itu? Apa sebab partai tersebut menjadi busuk? Dan apa kriteria partai tersebut sehingga disebut partai busuk?.

                Itu menjawab hal tersebut, saya akan mencoba memandangnya dari aspek sejarah perpolitikan Indonesia di awal berdirinya orde baru. Pada akhir tahun 66, dimana era akhir PKI muncullah partai golkar, PDI, dan PPP. Dimana partai golkar yang berisi para aktivis yang menggulingkan pemerintahan Orde Lama. Kemudian golkar memimpin menjadi partai terbesar di Indonesia dan terus memenangkan pemilu dari selama 40 tahun.

                Kemudian ketika terjadi apa yang dinamakan orang reformasi, PDIP muncul sebagai partainya wong cilik. Berusaha untuk menggolkan anak mantan Founding fathernya Indonesia sebagai presiden. Tapi dia selalu kalah dalam pemilu baik itu pada tahun 1998 dan 2004. Tetapi keberuntungan ada bagi anak tersebut dan dia sempat menjadi presiden Indonesia selama beberapa tahun.

                Pada tahun 2004 lalu kita tahu bahwa golkar berkoalisi dengan partai demokrat dan mengusung SBY dan JK sebagai presiden terpilih saat ini. Dan koalisi ini sangatlah kuat.  Ini adalah beberapa sejarah singkat tentang beberapa partai besar di Indonesia.

                Kemudian kita mencoba menjawab, apakah koalisi busuk itu? Ada yang mengatakan koalisi busuk adalah koalisi partai orba yang berisi orang-orang KKN. Ada juga yang mengatakan koalisi busuk adalah koalisi dimana para pengurus dan calon partainya merupakan orang-orang yang tidak layak dalam memimpin Negara serta memiliki trak record yang buruk. Intinya koalisi partai yang dua-duanya busuk.

                Pertanyaan kedua yang kita coba menjawab adalah, siapakah partai busuk itu? Pertanyaan ini sangat sulit di jawab oleh kita, kenapa? Karena untuk menemtukan suatu busuk tidaknya suatu partai kita harus melakukan penelitian mendalam terhadap partai tersebut. Dan perlu di ingat adalah partai merupakan kumpulan manusia. Dimana manusia memiliki sifat baik dan buruk, dan juga manusia memiliki apa yang disebut tobat. Dimana ketika dahulunya dia adalah seorang yang jahat ketika bertobat dia menjadi seorang yang baik.

                Kedua untuk menanyakan siapa partai busuk itu, adalah bagaimana cara pandang kita juga terhadap partai tersebut (relatif), walaupun sebagian orang beranggapan dan berusaha mempengaruhi orang bahwa partai ini adalah busuk, orang yang telah loyal terhadap partai tersebut pasti tetap akan memilih partai tersebut dan capresnya.

                Pertanyaan ketiga, apa sebab partai tersebut menjadi busuk? Penyebab suatu partai menjadi busuk adalah orang yang berada di dalam partai tersebut, orang yang menjalankan partai tersebut. Dan pencitraan media terhadap partai tersebut. Konsep relatifitas masih mutlak ada untuk menentukan sebuah partai, apakah dia busuk atau tidak.

                Pertanyaan terakhir, apa kriteria partai tersebut sehingga di cap sebagai partai yang busuk? Untuk menjawab hal ini, perlu dilakukan adanya penelitian yang lebih lanjut. Kalau kriteria partai busuk adalah partai yang para kadernya adalah korup dan orang yang tidak beres. Maka semua partai akan masuk dalam kategori ini, walaupun itu partai yang membawa embel-embel agama maupun nasionalisme.

  Maka, untuk menentukan criteria tersebut perlu adanya kajian lanjutan. Karena tidak gampang menjatuhkan putusan pada suatu partai apakah dia busuk atau tidak. Dan karena kita menganut sitem demokrasi, maka apabila partai yang terpilih adalah partai busuk, kita harusnya legawa menerimanya karena itu merupakan hasil pemilu. Dan itu berarti bahwa masyarakat menginginkan partai tersebut untuk muncul menjadi pemimpin kita. Dan kita juga patut untuk intropeksi diri, untuk jangan terlalu menggurui, karena pengalaman kita masih terlalu sedikit dalam hal perpolitikan, dan mungkin saja pandangan politik kita tertunggangi maksud partai politik lain.

                Nah, kembali pada awal. Apakah ada koalisi busuk itu? Dan ketika ada koalisi busuk tentunya ada koalisi tidak busuk. Dan siapakah koalisi tidak busuk itu? Sebagai penutup baiknya kita baca lirik lagu iwan fals:


Apakah selamanya politik itu kejam ?
Apakah selamanya dia datang tuk menghantam ?
Ataukah memang itu yang sudah digariskan
Menjilat, menghasut, menindas, memperkosa hak hak sewajarnya

Maling teriak maling
Sembunyi balik dinding
Pengecut lari terkencing kencing


Sabtu, 18 April 2009

Perbedaan Suka, Sayang, dan Cinta

Saat kau MENCINTAI seseorang, kau ingin sekali membuatnya bahagia dan bukan untuk dirimu sendiri.
Saat kau MENYAYANGI seseorang, kau akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya
walaupun kau harus mengorbankan jiwamu.

Saat kau MENYUKAI seseorang dan berada disisinya maka kau akan bertanya,
,”Bolehkah aku menciummu?”
Saat kau MENCINTAIi seseorang dan berada disisinya maka kau akan bertanya
“Bolehkah aku memelukmu?”
Saat kau MENYAYANGI seseorang dan berada disisinya maka kau akan menggenggam erat tangannya…

SUKA adalah saat ia menangis, kau akan berkata “Sudahlah, jgn menangis.”
CINTA adalah saat ia menangis dan kau akan menangis bersamanya.
SAYANG adalah saat ia menangis dan kau akan membiarkannya menangis dipundakmu sambil berkata,
“Mari kita selesaikan masalah ini bersama-sama. “

SUKA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata,”Ia sangat cantik/tampan dan menawan.”
CINTA adalah saat kau melihatnya kau akan melihatnya dari hatimu dan bukan matamu.
SAYANG adalah saat kau melihatnya kau akan berkata,”Buatku dia adalah anugerah terindah yang pernah Tuhan berikan padaku..”

Pada saat orang yang kau SUKA menyakitimu,maka kau akan marah dan tak mau lagi bicara padanya.
Pada saat orang yang kau CINTAI menyakitimu,engkau akan menangis untuknya.
Pada saat orang yang kau SAYANG menyakitimu,kau akan berkata,”Tak apa dia hanya tak tau apa yang dia lakukan.”

Pada saat kau SUKA padanya, kau akan MEMAKSANYA untuk menyukaimu.
Pada saat kau CINTA padanya, kau akan MEMBIARKANNYA MEMILIH.
Pada saat kau SAYANG padanya, kau akan selalu MENANTINYA dengan setia dan tulus…

SUKA adalah kau akan menemaninya bila itu menguntungkan.
CINTA adalah kau akan menemaninya di saat dia membutuhkan.
SAYANG adalah kau akan menemaninya tak perduli bagaimana pun keadaanmu.

SUKA adalah hal yang menuntut.
CINTA adalah hal memberi dan menerima.
SAYANG adalah hal yang memberi dengan rela


ShoutMix chat widget