Minggu, 15 Februari 2009

Naik herkules pertama kalinya.....



Yang namanya nasib gak ada yang tau, pada hari selasa di akhir bulan januari lalu perjalanan dimulai. Aku sekali lagi yakin bahwa dengan silaturahmi banyak hal yang dapat diperoleh.

Secara tidak sengaja, aku main kekost teman di DU (dipati ukur). Rupanya kawan yang dicari tidak ada. Ketika mau balik, kebetulan aku bertemu dengan kawanku lain yang tinggal satu kostan dengan orang yang aku cari. Setelah ngobrol-ngobrol banyak, ternyata dia punya rencana trip ke malang memakai pesawat herkules.

Malamnya aku berpikir untuk ikut serta, rasa penasaran mencoba herkules begitu kuat sehingga esok paginya aku langsung mengutarakan niatku. Akhirnya dia membolehkan dan berangkatlah aku kemalang dengan menggunakan herkules gratis...semalam gak bisa tidur ngebayangin gimana rasanya naek pesawat C-130 herkules itu..

Kenapa bisa gratis?? Rupanya herkules itu punya jadwal terbang rutin ke pangkalan-pangkalan udara di indonesia. Jadi kita ngakunya menjadi keluarga salah seorang personel angkatan udara. Karena syarat naik herkules harus merupakan anggota atau keluarga pensiunan angkatan udara atau mempunyai ijin khusus.

Hari kamis jam 10 pagi rencana pesawatnya berangkat. Aku berangkat dari rumahku yang dicicaheum pukul 7.40, karena kemacetan bandung aku sampai di kostan temen jam 8.30. rencananya pagi itu kita mau sarapan dulu, tetapi kawanku mendapat telepon darurat, isinya mengabarkan bahwa herkules berangkat jam 9 pagi.

Mendengar hal tersebut kami langsung bersiap dan mencari taksi. Perjalanan menuju bandara alhamdulillah lancar sehingga kita tiba di husen sastranegara pukul 9 tepat. Telepon kawanku memberi arahan untuk langsung menuju ke DAAU (semacam ruang tunggu keberangkatan pesawat). Kemudian kami bertemu dengan seorang petugas yang menanyakan nama dan kartu identitas kami untuk dimasukkan kedalam data penumpang pesawat. Aku deg-degan juga, soalnya aku gak bawa ktp saat itu. Tapi rupanya solusi masalahnya sepele, kita tinggal menyebutkan nama yang menjamin dan disuruh nunggu akhirnya. Ruang tunggu disana gak seperti ruang tunggu di airport-airport penerbangan domestik, maklum gak ada airporttax.hehehe

Diruang tunggu saat itu telah ramai, berisi keluarga dan personel TNI yang akan berangkat ke malang. Personel TNI menggunakan baju dinas yang rapi, intinya kebanyakan penumpang menggunakan pakaian yang rapi dan pantas. Kadang aku malu juga dengan keadaan diri kami yang berpenampilan ’GAUL’ sehingga beberapa penumpang curi-curi pandang gitu. Yah maklumlah masih anak muda jadi masih ganteng-ganteng gitu..

Tanpa diberi komando kami langsung duduk menunggu keberangkatan. Ternyata waktu keberangkatan ditunda karena ada beberapa urusan yang belum selesai. Delaynya gak lama kok cuman 3 jam aja jadi jam 12 berangkat ke abdurrahman saleh. Akhirnya bengonglah kami bertiga di ruang tunggu. 2 temenku yang lain karena termasuk orang yang gak gaptek, karena punya gadget2 mutakhir. Sedangkan aku cuman punya hp yg warna tok cuman bisa nerima telpon ma baca sms. Aku inisiatif aja jalan-jalan di sekitar DAAU, liat-liat landasan pacu yang luas dan banyak angin sepoi-sepoi bertiup. Karena PT DI berada di bandung, aku melihat dengan jelas pabrik pesawat buatan indonesia itu.

Menurutku tidak selamanya perbuatan nguping itu buruk. Nguping juga ada manfaatnya. Perut sudah keroncongan karena dari pagi belum makan, dengan disengaja aku mendengar dua orang manusia sedang bercakap-cakap tentang kantin yang ada di pangkalan tersebut. Tanpa pikir panjang langsung aku ajak seorang kawan untuk makan di kantin. Lumayan untuk ukuran kantin di bandara disana tersedia nasi rames, soto, dan ayam bakar/goreng. Aku makan ayam bakar dan temanku makan soto. Harganya standar bandung kok cuman 8000 ribo seporsi.

Sudah kenyang, sekarang tinggal nunggu waktu berangkat. Jam 12 kurang semua personel sepertinya sudah hadir dan sudah siap berangkat. Tanpa arahan kami langsung menuju gate dan menyerahkan boarding pass..ternyata naek herkules juga ada boarding passnya lo.. Sebelum naek aku iseng minjem hape temen dan click ambil gambar satu. Herkules tidak begitu tinggi tangganya tidak seperti naik boeng dll...

Kesan pertama dalam herkules, wah ruangannya luas bisa bawa truk satu nih..atau tanklah atau apa saja. Tempat duduknya bisa dilipat rupanya.wong cuman kaen doang kok. Duduknya hadap-hadapan, kami duduk bertiga bersebelahan. Dimuka kami seorang ibu-ibu duduk bersama dua anaknya.. langit-langit herkules kalo dibayangkan penuh dengan kabel-kabel dan pipa ac.

Sayangnya jendela tidak banyak, hanya ada didepan saja sedangkan kami duduk ditenah. Ketika baling-baling hidup, waw suaranya bung.. pesawat mulai menuju ke landasan pacu..gak ada intruksi seperti biasa oleh pramugari dan gak ada sabuk pengamannya. Tapi aku malah merasa aman disana.. mungkin karena banyak personel sehingga dalam pikiranku, kalo jatuh juga tinggal ambil parasut aja...


Pass take off rasanya biasa aja..nah pas diatas hpkan tidak dimatikan..baru take off masih ada sinyal, 1 menit masih ada sinyal,2 menit ada, 3 menit ada, pikirku hebat juga nih provider masih ada sinyal diudara..beberapa menit kemudian muncul tulisan diluar service...

Perjalanan ke malang memakan waktu sekitar 1 jam, kebanyakan penumpang malah tertidur lelap termasuk kedua temanku..aneh kok bisa ya?? Padahal berisik banget..mungkin aku yang sok bersih, make berihin telinga segala sih sebelum berangkat. Seperti biasa aku disana memperhatikan hal-hal yang ada di dalam pesawat..lalu muncullah pikiran, ni kalo mw kencing gimana ya?

Setelah memperhatikan dengan seksama dan menganalisa dari dua objek. Akhirnya didapatlah kesimpulan bahwa kencing terletak di belakang badan herkules, tempatnya seperti tempat buang air kecil ditoilet dengan ditutup oleh sejenis kain..

Jam 1 tepat aku ngecek hp dan ternyata sinyal sudah ada, peawat mulai turun perlahan-lahan dan mendarat dengan selamat dimalang.. sampai dimalang otakku langsung berfikir, mau nginap dimana nih malam ini. Maklum kedua kawanku nginap di asrama mereka. Akukan gak mungkin nginap disana. Kawan-kawan di malang aku kontak satu persatu sampai akhirnya ada seorang kawan yang rela menjemputku.

Turun dari pesawat tanpa mikir macam-macam aku berniat jalan keluar dari landasan langsung terus nyari bis ke tempat kawanku. Tapi aku lihat sebuah mobil sedan TNI masuk ke landasan dan keluarlah seorang perempuan yang rasa-rasanya pernah liat nih wajahnya.. Ternyata dialah yang membantu kami naik herkules.

Langung saaja naik mobil yang telah disediakannya untuk kami, dan diantarkanlah kami ke jalan borobudur. Disana aku berpisah dengan mereka semua karena aku punya perjalanan sendiri yang lain,,


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar


ShoutMix chat widget